Belajar Tata Bahasa Jepang

HOME Belajar Tata Bahasa Jepang



Hukum DM (Diterangkan Menerangkan)
Hukum DM (Diterangkan Menerangkan) berlaku dalam Bahasa Indonesia. Hukum ini dipakai saat menggabungkan 2 buah kata.
Contoh : Kertas Putih (Kertas = kata yg Diterangkan, Putih = kata yg Menerangkan)
Berbeda dengan Bahasa Inggris misalnya, mereka menggunakan hukum MD. Jadi kata yang Menerangkan ditaruh di depan, seperti White Paper (bukan Paper White).
Bahasa Jepang juga menggunakan Hukum MD, seperti Bahasa Inggris. Misalnya :
- Siroi Kami (kertas putih)
- Atsui Hon (buku tebal), d  ll

Pola Kalimat
1. Pola SP : Subyek + wa + Predikat + (desu)
* (desu) dipakai bila Predikat bukan kata kerja
* wa adalah partikel setelah subyek
Contoh
- Watashi wa neru : Saya tidur
- Watashi wa Indonesia-jin desu : Saya orang Indonesia
- Jakarta wa nigiyaka desu : Jakarta ramai
2. Pola SOP : Subyek + wa + Obyek + o + Predikat
* o adalah partikel penghubung antara Obyek dg Predikat
Contoh
- Watashi wa gohan o taberu : Saya makan nasi
- Watashi wa mizu o nomu : Saya minum air
3. Pola Umum : Subyek + wa + Ket Waktu + ni + Ket Tempat + Obyek + o + Predikat
* ni adalah kata depan waktu
* ket waktu dan ket tempat bisa berubah posisinya
Contoh
- Watashi wa nichiyoubi ni Jakarta e iku : Saya Hari minggu pergi ke Jakarta
- Warashi wa shokudo de shichiji ni gohan o taberu : Saya makan nasi di kantin jam 7

Kata Depan ni
1. Menunjukkan tempat berada, diartikan “di”
- Isu ni suwaru : Duduk di kursi
- Watashi wa nihon ni iru : Saya ada di Jepang
2. Kata depan waktu, diartikan “pada”
- Watashi wa getsuyoubi ni Tokyo e iku : Saya pergi ke Tokyo pada Hari Senin
- Watashi wa 5ji ni okiru : Saya bangun pada jam 6
3. Menunjukkan pelaku pada kalimat pasif, diartikan “oleh”
- Watashi wa ano hito ni damasareta : Saya telah ditipu oleh orang itu
- Watashi wa tomodachi ni nagurareta : Saya dipukul oleh teman
4. Menggabungkan kata sifat 2 dg kata kerja, diartikan “dengan”
- Seito wa majime ni kiku : Murid mendengarkan dengan sungguh-sungguh.
- Minna isshoukenmei ni hataraku : Semua bekerja dengan keras.
- Hontou ni arigatou !! : Bener-bener terimakasih…..
5. Menunjukkan tujuan, diartikan “ke”
- Migi ni magaru : Belok ke kanan
- Nihon ni kuru : Datang ke Jepang

Kata depan “de”
1. Tempat melakukan kegiatan (diartikan di)
- Watashi wa shokudo de taberu : Saya makan di kantin
- Watashi wa Akihabara de pasokon o kau : Saya beli komputer di Akihabara
2. Menyatakan alat (diartikan dengan)
- Watashi wa enpitsu de kaku : Saya menulis dengan pensil
- Watashi wa hasami de kami o kiru : Saya memotong kertas dengan gunting
3. Menyatakan alasan (diartikan karena)
- Byouki de kaisya o yasumu : tidak masuk kerja karena sakit
- Ame de okureru : terlambat karena hujan
4. Menyatakan total
- Zembu de 5000 en desu : semuanya jadi 5000 yen.
5. Menyatakan kesimpulan (diartikan kalau begitu)
- de, dou suru? : Kalau begitu, gimana? Terus gimana ?

Partikel “ de”
Partikel “de” dipakai untuk menghubungkan Kata Sifat 2 dengan Kata Sifat yg lain. Dengan kondisi, Kata Sifat 2 berada di depan.
Contoh :
- Kirei de shiroi : cantik dan putih
- Shizuka de samui : Sepi dan dingin

Partikel “ni”
Partikel “ni” dipakai untuk menggabungkan Kata Sifat 2 dengan Kata Kerja.
Contoh :
- Majime ni hataraku : bekerja dengan sungguh-sungguh
- Nagame ni kiru : memotong dengan sedikit panjang

Partikel “na”
Partikel “na” dipakai untuk menggabungkan Kata Sifat 2 dengan Kata Benda (ingat hukum MD).
Contoh :
- Joubu na Kutsu : sepatu yang kuat
- Nigiyaka na Jakarta : Jakarta yang ramai
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

Copyright © 2011. AREKA CENTER JAKARTA - Kursus Bahasa Korea, Belajar Bahasa Jepang di Bekasi - All Rights Reserved
Jl. Raya Hankam No.76B (Sebelah Toko Serba Sepeda ), Jatiwarna, Pondok Melati, Bekasi, Call:0857-1413-7798, Ruko Jati Makmur Residence No. A12, Jl. Raya Jatimakmur, Pondok Gede, Bekasi 17413,Jawa Barat, Call:0857-1413-7798 (SMS/WA/LINE)
Visit : www.arekacenter.com
Contact Us | Profile | Register