BNP2TKI : Biaya Penempatan TKI G to G Korea Sesuai Prosedur

HOME BNP2TKI : Biaya Penempatan TKI G to G Korea Sesuai Prosedur
Jakarta, BNP2TKI, Senin (28/1) - BNP2TKI menarik biaya penempatan TKI program ''G to G'' ke Korea Selatan sesuai prosedur Keputusan Menakertrans.
Demikian disampaikan Direktur Pelayanan Penempatan Pemerintah Deputi Bidang Penempatan BNP2TKI Haposan Saragih di Jakarta, Senin siang (28/1).
Kelulusan calon TKI yang mengikuti ujian EPS TOPIK PBT maupun EPS TOPIK CBT ditentukan sepenuhnya oleh Human Resources Development Service of Korea (HRD Korea). Sedangkan mengenai tarip biaya penempatan dan perlindungan calon TKI/TKI ke Korea berdasarkan ketentuan dari Kemenakertrans.
Haposan menjelaskan ihwal posisi BNP2TKI terkait penempatan TKI ke Korea ini perlu diketahui khalayak. Ia mengaku cukup ''gerah'' dengan informasi media sosial yang menyebut adanya ''permainan'' di balik penempatan TKI ke Korea, semisal untuk calon TKI yang hasil pemeriksaan kesehatannya (medical check-up) dinyatakan ''pending'' dapat diluluskan dengan bayar Rp1 juta per orang, kemudian yang tidak lulus bayar Rp 2 juta per orang untuk diluluskan.
''Berita itu tidak benar. BNP2TKI menjalankan tugas, pokok, dan fungsi sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku dari HRD Korea maupun Kemenakertrans,'' katanya.
Dalam penempatan TKI G to G ke Korea untuk semua pencari kerja diharuskan melalui mekanisme tes kecapakan bahasa Korea melalui ujian tulis (Employment Permit System-Test of Proficiency in Korean Paper Based Test/EPS-TOPIK PBT) maupun ujian berbasis komputer (Employment Permit System-Test of Proficiency in Korean Computer Based Test/EPS-TOPIK CBT).Prosedur dan mekanisme penempatan TKI ke Korea itu dilakukan oleh HRD Korea dengan persetujuan dari Kementerian Perburuhan dan Tenaga Kerja Pemerintah Korea.
Penempatan TKI ke Korea dimulai sejak penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pemerintah RI dan Korsel pada 13 Juli 2004 dan telah diperbarui terakhir pada 14 Oktober 2010.
Haposan menjelaskan biaya penempatan calon TKI ke Korea diatur melalui Kepmenakertrans Nomor 17/MEN/II/2011 tentang ''Biaya Penempatan dan Perlindungan calon TKI Negara Tujuan Republik Korea'' tertanggal 7 Februari 2011 yang ditandatangani Menakertrans A. Muhaimin Iskandar.
Ada sembilan komponen dan besaran biaya yang diatur. Pertama, biaya pembuatan paspor Rp120.000. Tarif Paspor ini mengacu PP Nomor 19 Tahun 2007 tentang Perubahan atas PP Nomor 75 Tahun 2005 tentang ''Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak'' yang berlaku pada Kementerian Hukum dan HAM.
Terkait dengan Paspor ini didalamnya meliputi komponen biaya blanko sebesar Rp 50.000. Untuk blanko ini tidak dikenakan biaya bagi TKI yang berangkat untuk pertama kali.
Lalu biaya biometrik (sidik jari dan pas foto) sebesar Rp 70.000, biaya pemeriksaan kesehatan Rp 475.000. Sarana kesehatan ini ditetapkan oleh Menteri Kesehatan, Biaya pemeriksaan psikologi sebesar Rp 250.000 dan berlaku apabila dipersyaratkan oleh pengguna (users).
Kemudian biaya visa kerja Rp 470.000, biaya visa kerja ini sesuai tarif (rate) Kedutaan Besar Korea, biaya pengurusan visa setiap tahun besarnya tidak tetap. Apabila rate yang ditetapkan lebih rendah daripada ketentuan ini, maka selesihnya akan dikembalikan oleh BNP2TKI kepada TKI dan apabila rate yang ditetapkan lebih besar daripada ketentuan ini maka TKI wajib membayar kekurangan biaya kepada BNP2TKI.
Selanjutnya biaya asuransi perlindungan TKI Rp 760.000 sesuai Permenakertrans Nomor KEP.07/MEN/V/2010 tentang Asuransi Tenaga Kerja Indonesia.
Ada juga biaya tiket pemberangkatan Jakarta - Seoul sebesar 535 dolar AS atau tergantung pada harga pasar. Syarat dan ketentuan yang berlaku merujuk pihak maskapai/agen.
Lalu biaya ''airport tax'' Rp 150.000 sesuai ketentuan Perum Angkasa Pura. Biaya orientasi kerja Rp 1.175.000 yang meliputi komponen biaya akomodasi 6 hari x Rp100.000 sebesar Rp 600.000, biaya konsumsi 6 hari x Rp 65.000 sebesar Rp 390.000. Honor instruktur sebesar Rp100.000, dan transport instruktur Rp 85.000.
Kemudian biaya ujian EPS TOPIK sebesar 17 dolar AS per TKI, yang di dalamnya diserahkan ke HRD Korea sebesar 13 dolar AS dan 4 dolar AS untuk perguruan tinggi yang ketempatan ujian EPS TOPIK.
''Pihak perguruan tinggi yang ketempatan ujian EPS TOPIK merasa keberatan dengan biaya 4 dolar AS. Keberatan perguruan tinggi itu kemudian disampaikan ke HRD Korea, sehingga pada 2012 disepakati biaya ujian EPS TOIPK menjadi 24 dolar AS, yang meliputi 18 dolar AS diserahkan ke HRD Korea dan 6 dolar AS diberikan ke perguruan tinggi yang ketempatan ujian EPS TOPIK,'' katanya.
Semua komponen biaya tersebut tidak melibatkan BNP2TKI. ''Prosedur penempatan dan perlindungan TKI ke Korea diatur HRD Korea dan Kepmenakertrans, BNP2TKI sebatas sebagai pelaksana,'' katanya.***(mam/b)
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

Copyright © 2011. AREKA CENTER JAKARTA - Kursus Bahasa Korea, Belajar Bahasa Jepang di Bekasi - All Rights Reserved
Jl. Raya Hankam No.76B (Sebelah Toko Serba Sepeda ), Jatiwarna, Pondok Melati, Bekasi, Call:0857-1413-7798, Ruko Jati Makmur Residence No. A12, Jl. Raya Jatimakmur, Pondok Gede, Bekasi 17413,Jawa Barat, Call:0857-1413-7798 (SMS/WA/LINE)
Visit : www.arekacenter.com
Contact Us | Profile | Register